Naif – Bonbinben [Album Bonbinben di Rimba Hijau Kemilau]

November 22, 2008 at 7:32 pm (Naif Band MP3) (, , , )

Naif - Bonbinben

Naif - Bonbinben

Untung ada BonBinBen!
Naif
Sama seperti orang dewasa, anak-anak berhak mendapatkan bacaan berkualitas yang berguna bagi pengembangan wawasan serta emosi. Sayang, hal ini sepertinya luput dari perhatian banyak orang, termasuk industri percetakan nasional. Buku-buku anak, apalagi yang ditulis pengarang lokal, jarang sekali kita temukan. Berbanding terbalik dengan jenis teenlit, chicklit, manga, atau bacaan populer lainnya yang terkesan tumpah ruah di pasaran.

Padahal, buku anak, menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Seto Mulyadi dapat membantu pembentukan karakter dan mengajarkan hal-hal positif, seperti nasionalisme, kejujuran, dan kreativitas. “Bukan sekadar untuk hura-hura.”

Dunia bacaan anak sempat mengalami kejayaan pada era ’70-an hingga ’90 berkat keberadaan pengarang cerita anak, seperti Soekanto S.A, Djoko Lelono, Murti Bunanta, Dwiyanto Setyawan, dan Arswendo Atmowiloto.

Kala itu, tema-tema detektif, petualangan, serta misteri menjadi topik yang paling banyak diangkat oleh mereka. Salah satu yang terkenal ialah serial Sersan Grung-Grung yang ditulis oleh Dwiyanto Setyawan pada awal ‘80-an. Bahkan, melalui buku berjudul Sersan Grung-Grung: Penyamar Ulung (1982), Dwiyanto Setyawan berhasil menembus angka penjualan 8.000 eksemplar. Cukup fantastis dibandingkan penjualan rata-rata bukunya yang berkisar antara 3.000—4.000 eksemplar.

Namun, mengapa setelah itu popularitas buku-buku anak memudar?

Menurut pakar bacaan anak Murti Bunanta, hal itu antara lain disebabkan oleh masuknya bacaan anak terjemahan dari luar negeri. “Terjemahan mulai masuk, pengarang Indonesia kalah,” ujarnya.

Hal ini diakui pula oleh Dwiyanto Setyawan. Menurutnya, buku-buku terjemahan asing yang masuk pada awal ’90 membuat pamor penulis lokal tergusur. “Pengaruh dari luar negeri, setelah masuknya komik, membuat teks (bacaan anak) kita agak tergusur. Sebab, orientasi pembaca kita suka yang luar negeri.”

BonBinBen di Rimba Hijau Kemilau

Untung, di tengah kegusaran akan minimnya buku anak berkualitas, Naif hadir dengan ide segar di bawah bendera BonBinBen (singkatan dari Kebon Binatang Band).

BonBinBen bekerja sama dengan Pustaka Lebah dan Electrified Records pada Hari Anak 2008 lalu meluncurkan paket buku bertema lingkungan berjudul BonBinBen di Rimba Hijau Kemilau, yang dilengkapi CD berjudul sama.

Menurut para personel Naif (Emil, David, Jarwo, dan Pepeng), BonBinBen hadir atas kepedulian mereka terhadap nasib bangsa Indonesia. “Anak-anak sebagai generasi penerus adalah kunci kesuksesan bangsa. Bila anak-anak kita dididik dengan benar, maka mereka akan tumbuh menjadi orang yang berguna bagi negaranya. Karena itu, pendidikan sejak dini sangatlah penting.”

Namun, pendidikan akan cenderung membosankan jika dipaksakan. Oleh karena itu, media pendidikan yang menghibur sangatlah diperlukan bagi perkembangan anak.

Sebagaimana kita tahu, sudah cukup lama dunia anak Indonesia kehilangan acara edutainment lokal di televisi. Telah lama pula, anak-anak kesulitan mencari tokoh lokal untuk dijadikan figur yang dekat dengan keseharian mereka. Figur yang dapat menemani mereka bermain dan bernyanyi sambil belajar. Oleh karena itu, BonBinBen hadir.

Dalam buku ini, BonBinBen digambarkan sebagai tokoh animasi yang berpetualang ke Rimba Hijau Kemilau. Semula, empat sekawan ini adalah manusia. Namun, karena ramuan animalih yang diciptakan Ratu Aidil, mereka berubah wujud menjadi Gala si serigala (Emil), Gori si gorila (David), Kupon si kuda poni (Jarwo), dan Dungde si bekantan (Pepeng).

Ceritanya sendiri bermula ketika Gala, Gori, Kupon, dan Dungde membakar hutan di tepi Rimba Hijau Kemilau. Akibat perbuatan mereka, tak sedikit dari masyarakat Rimba Hijau Kemilau yang kehilangan tempat tinggal. Menyaksikan hal ini, sang pemimpin Rimba, Baginda Surai Jambul, pun bertekad menyelesaikan masalah.

Tak lupa, pelajaran moral yang manis dan tidak menggurui, yang disisipkan di setiap halaman. Tidak seperti pelajaran moral biasanya yang terasa seperti doktrin, pelajaran moral yang ada membuat anak membayangkan masalah dan menyelesaikannya dengan logika dan hati nurani.

Karena anak-anak sudah terbiasa dengan visualisasi yang tersaji di televisi. Ilustrasi dalam buku ini pun seperti dibuat dekat dengan dunia mereka. Ilustrasi BonBinBen di Rimba Hijau Kemilau merupakan perpaduan ilustrasi Disney yang lucu dan dinamis dengan ilustrasi Bobo yang ikonik.

Hum, semoga saja ini menjadi pertanda baik bagi bangkitnya dunia bacaan anak Indonesia!

Track List :
1. Bonbinben
2. Bernyanyi Bersama
3. Ayah Dan Ibu
4. Sedih Hutanku
5. Mari Tertawa
6. Mama, Dan Bulan Purnama
7. A-B-C With Me
8. Di Sini Saja

Untuk Info Lain Dan Download Album Naif – Bonbinben, Klik Disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: